Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

10 Tips Menjadi Pengusaha Sukses

Menjadi pengusaha sukses yang bisa menghasilkan banyak uang tentu menjadi impian banyak orang. Namun, jalan yang harus ditempuh untuk menjadi seorang pengusaha sukses cukup panjang dan penuh rintangan.  Pertanyaannya, siapkah anda menempuh jalan tersebut?  Yakinkah anda untuk terjun ke dalam dunia pengusaha yang penuh dengan resiko dan intrik?  Jika anda sudah benar-benar yakin, berikut kami sajikan 10 cara menjadi pengusaha sukses:

Pengusaha Sukses
10 Tips Menjadi Pengusaha Sukses

10.  Anda harus memiliki passion (gairah) dalam usaha anda
Apapun usaha yang nantinya akan anda jalani, pastikan di sana terdapat gairah dan passion anda.  Artinya, usaha tersebut harus mampu membuat anda dengan sukarela bekerja keras dan melakukan berbagai inovasi.  Ingat, seorang pengusaha yang sukses tidak hanya membutuhkan modal yang besar dan kemampuan untuk menganalisa pasar, tapi juga gairah terhadap bidang yang ditekuninya.
Jika anda berniat untuk menjadi pengusaha yang sukses, mulai sekarang cobalah untuk memahami diri anda sendiri.  Cari tahu di mana bidang-bidang yang di dalamnya terdapat passion  anda.  Mungkin bidang tersebut bisa ada dalam hobi anda, latar belakang pendidikan, impian masa kecil, dan banyak lagi.
9.  Lihatlah peluang-peluang bisnis yang tidak dilihat oleh orang lain
Pengusaha yang sukses adalah orang yang mampu menemukan peluang-peluang tersembunyi yang sering terlewatkan oleh orang lain.  Oleh karena itu, cobalah untuk selalu memandang suatu hal dari sudut pandang yang berbeda.  Bahkan dalam setiap kesulitan pun pasti selalu ada faktor yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan keuntungan bagi anda.
Salah satu karakter yang bisa membantu untuk melihat peluang-peluang bisnis ini adalah cara berpikir yang positif.  Kreativitas yang tinggi juga diperlukan untuk menemukan peluang-peluang yang tidak terduga oleh orang lain.  Jangan berhenti melakukan riset, dan teruslah mencoba untuk berinovasi.
8.  Manajemen waktu
Bagi pengusaha yang sukses, manajemen waktu yang tepat adalah kunci dari keberhasilan.  Anda harus terbiasa untuk mengatur waktu dengan disiplin sejak sekarang.  Alokasikan waktu dengan seimbang, waktu untuk bekerja, beristirahat, dan untuk rileks.  Manajemen waktu yang baik akan membuat pekerjaan-pekerjaan anda lebih efisien dan efektif.
Dalam manajemen waktu, anda juga harus bisa memastikan bahwa ada waktu yang cukup untuk bersenang-senang atau refreshing di tengah-tengah padatnya jam kerja.  Jika anda mengabaikan hal ini, kejenuhan bisa melanda dan daya kerja justru akan menurun.
7.  Kerja keras
Tak bisa dibantah lagi, jika anda berniat untuk menjadi pengusaha yang sukses, bersiaplah untuk bekerja keras.  Jika anda ingin lebih cepat sukses, maka anda harus bekerja lebih keras.  Jangan takut jika anda masih berkutat dengan pekerjaan-pekerjaan anda sementara orang lain sudah duduk santai di rumah masing-masing.  Anggaplah kerja keras yang anda lakukan saat ini sebagai sebuah investasi di masa depan.
Selain bekerja keras, anda juga harus terus mencoba untuk bekerja lebih pandai.  Temukan metode di mana anda bisa bekerja dan menghasilkan produk semaksimal mungkin, dengan menggunakan sumber daya seminimal mungkin.  Dengan menggabungkan dua prinsip, bekerja lebih keras dan bekerja lebih pandai, maka kesuksesan akan lebih cepat menghampiri anda.
6.  Jaga kesehatan diri anda
Prinsip ini sudah jelas.  Jangan lupa untuk memperhatikan kesehatan anda baik secara fisik ataupun mental.  Jika tubuh anda sehat, maka tentunya anda bisa bekerja lebih produktif.  Perhatikan pola makan anda, usahakan untuk makan dengan menu yang bergizi.  Jangan lupa pula untuk olahraga dan tidur secara teratur.  Untuk kesehatan mental, cobalah untuk beribadah sesuai dengan kepercayaan anda, bermeditasi, dan berkomunikasilah dengan orang-orang yang anda cintai.
5.  Prediksi, antisipasi, dan tanggapi perubahan-perubahan baru yang mungkin terjadi
Kesigapan dalam menanggapi suatu perubahan adalah faktor vital yang menentukan sukses dan tidaknya seorang pengusaha.  Pastikan untuk terus mengikuti berita-berita sosial, politik, ekonomi, dan budaya terbaru, terutama yang berhubungan dengan usaha anda.  Jika anda mendeteksi adanya kemungkinan perubahan besar-besaran di masa depan, antisipasilah hal itu.  Pertama, analisa apakah perubahan tersebut bisa membawa kerugian bagi usaha anda.  Jika ya, maka minimalisirlah.  Analisa selanjutnya, lihatlah peluang-peluang yang ditimbulkan perubahan tersebut untuk mendapatkan untung bagi usaha anda.
Contoh nyata yang paling simpel adalah usaha toko kamera beberapa tahun lalu, yang sempat dilanda gejolak yang cukup besar ketika orang beramai-ramai pindah dari kamera film ke kamera digital.  Toko kamera yang siap mengantisipasi perubahan ini pasti sudah bersiap dari jauh-jauh hari dan mulai mengganti produknya, sedangkan yang tidak siap hanya akan gigit jari dan mengalami kerugian besar.  Hal ini membuktikan bahwa kesiapan menghadapi perubahan punya dampak yang besar terhadap kesuksesan usaha.
4.  Cari tim yang bagus, dan percayalah pada mereka
Anda tidak bisa menjadi seorang pengusaha sukses tanpa bantuan orang lain.  Oleh karen itu, kumpulkanlah orang-orang terbaik yang sudah anda seleksi dengan ketat.  Beri mereka pekerjaan, dan percayailah mereka seperti anda mempercayai diri sendiri.  Tentu saja, anda tetap harus memonitor dan mengecek kinerja tim anda.  Namun yang paling penting, tunjukkanlah rasa percaya anda kepada mereka, sehingga tim anda akan lebih loyal dan berkomitmen dalam bekerja.
3.  Buat rencana bisnis yang matang
Rencana bisnis yang matang adalah salah satu instrumen penting untuk memulai usaha yang sukses.  Rencanakanlah langkah-langkah anda di dunia usaha sedetail mungkin.  Buat analisa-analisa dan perhitungan tentang berapa besar jumlah uang yang harus anda keluarkan, berapa besar keuntungan potensial yang bisa diraih, serta berapa lama anda akan balik modal.  Jika perlu, sewalah seorang akuntan atau bisnis planner untuk membantu anda menyusun rencana bisnis.
Setelah rencana bisnis yang matang sudah dibuat, jangan lupa untuk mengeksekusinya dengan sempurna. Percuma jika anda memiliki rencana yang super solid, namun eksekusinya meleset.  Pastikanlah bahwa waktu eksekusi benar-benar tepat dan pelaksaanaan rencan bisnis benar-benar sesuai dengan yang tertulis.
2.  Kejujuran dan integritas
Tak ada pengusaha yang sukses tanpa kejujuran dan integritas.  Kejujuran akan membuat anda lebih dipercaya klien-klien serta membuka peluang-peluang baru yang mungkin sebelumnya tertutup.  Kejujuran juga akan membuat nama anda semakin bagus di mata konsumen.
Untuk masalah integritas, cobalah selalu untuk berpegang teguh pada nilai-nilai yang anda anut dan norma-norma kemanusiaan.  Jangan memproduksi produk di bawah standar yang anda tetapkan.  Jangan gunakan cara-cara licik untuk meraih keuntungan semaksimal mungkin.  Ingat, jika anda menanam bibit kebaikan, maka di masa depan anda juga akan memanen kebaikan.
1.  Nikmati perjalanan panjang anda menuju kesuksesan
Seperti yang sudah disebutkan di awal, perjalanan untuk menjadi pengusaha yang sukses akan sangat panjang.  Nikmatilah perjalanan ini sebagai suatu hal yang menyenangkan.  Anggap setiap rintangan dan duka yang anda hadapi sebagai batu asahan untuk mempertajam naluri anda sebagai seorang pengusaha.  Jalani semuanya dengan gembira, lapang dada, dan pikiran positif.  Kelak jika anda sukses, perjalanan yang anda tempuh kali ini akan menjadi cerita yang tidak ternilai dan akan selalu dikenang.
Semoga 10 cara menjadi pengusaha sukses ini berguna dan bisa anda terapkan dengan baik.

Investasi di Emas, Bagus Nggak, Sih?

Emas dengan warna kuning kemilaunya memiliki daya tarik tersendiri sehingga memikat hati siapa saja yang melihatnya. Karena nilainya, dulu emas dijadikan sebagai mata uang di seluruh belahan bumi. Sekarang memang tidak, lagi tapi kilaunya tetap menggiurkan, dan sama sekali tidak mengurangi nilainya. 

Karena nilainya yang cukup tinggi itulah, emas sering dijadikan sebagai instrumen investasi. Sebagaimana jenis investasi lainnya, emas  memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan berinvestasi logam mulia (emas): 

1. Likuiditas tinggi, artinya dapat diuangkan kapan saja. Jika kita punya logam mulia (emas) dan sedang membutuhkan uang, bisa dijual ke toko emas maka saat itu juga kita punya uang tunai. Bahkan emas juga bisa digadaikan kalau kebutuhan akan uang tunai jangka waktunya pendek. Apabila ingin digadaikan, hitung biaya gadainya.

2. Nilainya cenderung naik. Secara acak saja, pada awal maret 2004 harga logam mulia (emas) di Aneka Tambang (ANTAM) Rp.108.700/gram. Sedangkan pada awal Oktober 2012 atau sekitar 8 tahun 7 bulan kemudian, harganya mencapai Rp550.400/gram. Itu artinya logam mulia (emas) mengalami kenaikan rata-rata pertahun sebesar 20,48%. Meskipun kalau dianalisa, kenaikan tertinggi berlangsung sejak tahun 2007 sampai 2011 lalu. Setelah itu sempat turun cukup tajam lalu naik lagi di Agustus -September 2012. Sedangkan kenaikan rata-rata sebelum 2007 adalah sekitar 10%-15%. 

3. Sebagai diversifikasi investasi lainnya. Masih ingat pepatah “Don’t put your egg in one basket”? Maka selain investasi di pasar modal seperti reksadana, saham ataupun obligasi, logam mulia (emas) cocok juga untuk turut dikoleksi sehingga diversifikasi investasinya lebih beragam.  


Kekurangan berinvestasi logam mulia (emas):  

1. Membutuhkan tempat penyimpanan khusus. Karena jika tidak disimpan dengan baik, bisa hilang termasuk kecurian. Maka investasinya bisa hilang  100%. 

2. Harga fluktuatif. Bisa naik, bisa juga turun. Jadi kalau ada yang bilang bahwa harga logam mulia (emas) itu pasti naik, itu bohong karena faktanya harga emas itu fluktuatif. Meskipun secara jangka panjang harganya cenderung naik tetapi tetap saja ada risiko untuk turun. 

3. Selisih harga beli dan jual. Selisih harga beli dan jualnya ini sekitar rata-rata 3% - 4%. Maksudnya, jika kita beli logam mulia (emas) hari ini, lalu hari ini kita langsung jual, maka harganya akan didiskon 4% (standar harga Antam). Sehingga tidak cocok untuk investasi dengan jangka waktu yang terlalu pendek karena bisa jadi harga jualnya kembali belum bisa menyamai harga belinya. 

4. Cenderung lambat. Kenaikan harga logam mulia (emas) cenderung melambat ketika kondisi ekonomi stabil. Ketika terjadi krisis ekonomi seperti saat ini, harga emas akan naik dengan pesat. Kenapa demikian? Karena pada saat terjadi kondisi ekonomi yang tidak jelas, para investor cenderung menempatkan dananya di instrumen investasi yang aman. Logam mulia (emas) dinilai sebagai instrumen investasi yang aman. 


Dengan beberapa kelebihan dan kelemahan tersebut, jika Anda ingin berinvestasi di instrumen emas maka ketahui dua hal berikut ini: 

1. Investasi emas idealnya untuk jangka waktu minimal satu tahun. Kurang dari satu tahun investasi ini umumnya kurang optimal karena ada perbedaan antara harga beli dan harga jualnya. 

2. Mengingat harga emas berbeda untuk pecahan tertentu maka idealnya investasi di emas minimal 100 gram karena selisih harga beli dan harga jualnya tidak terlalu besar. Namun jika dananya kurang, maka investasi dengan berat 25 gram atau 50 gram juga masih bisa direkomendasikan. 

So, investasi di emas itu OK, tapi harus SMART!

Happy Investing!

Lima “Kartu” AS yang wajib diterapkan wirausaha


Semua orang, termasuk saya dan sobat sekalian, pasti memiliki keinginan untuk menjadi orang yang lebih baik dalam menjalani hidup dan kehidupan di dunia ini. Salah satunya adalah selalu memiliki keinginan untuk terus maju atau dikenal dengan istilah prestatif. Apalagi bila kita mulai mencoba untuk menjadi seorang entrepreneur ( wirausaha ) maka sikap dan perilaku prestatif ini wajib hukumnya untuk dimiliki.

Ada lima 
“Kartu” AS Bukan kartu Remi Loh..!  ) sebagai sikap dan perilaku bekerja prestatif yang wajib diterapkan wirausaha, yaitu:

1
kerja ikhlAS, maksudnya bukan berarti kerja tanpa mengharapkan gaji atau berjualan tanpa mengharapkan laba. Kerja ikhlas disini maksudnya adalah melakukan kegiatan bisnis tanpa keluh kesah bahkan rasa lelah tidak dirasakan sebagai suatu beban yang berat. Contoh: seorang pebisnis di internet walaupun hasil penjualan produknya hanya dapat menutup biaya tetapi dia tetap semangat dalam berbisnis

2.
 kerja mawAS, maksudnya mawas diri dari rasa emosional, dapat diartikan tidak tergesa-gesa dalam mengambil suatu tindakan dan tidak mudah terpancing oleh suasana dalam menerima kritikan ( tidak marah ) atau pujian (tidak GR yang berlebihan) dengan tujuan tidak terjebak pada kesalahan yang sama. Contoh:ketika kita memiliki masalah pribadi, baik dengan keluarga, sahabat, pacar maka tidak boleh membawa masalah ini ke dalam bisnis kita karena pasti akan sangat berpengaruh dalam pemgambilan keputusan.

3.
 kerja cerdAS, Tidak dipungkiri bahwa bisnis tidak hanya mengandalkan kekuatan fisik saja tetapi juga mengandalkan otak, akal budi untuk berfikir. Wirausaha yang cerdas dalam menjalankan bisnisnya akan pandai memperhitungkan resiko bisnis, mampu melihat peluang usaha, dan dapat mencari solusi sehingga memperoleh keuntungan. Contoh: Sekarang ini banyak wirausaha ( termasuk agan-agan ) yang memanfaatkan teknlogi informasi dan komunikasi, menggunakan bahasa global (Inggris), pandai bernegosiasi, menerapkan konsep marketing untuk menunjang bisnisnya.

4.
 kerja kerAS, maksudnya bekerja dengan menggunakan sumber daya secara optimal, misalnya tenaga, pikiran, waktu, dan perasaan untuk meraih keinginannya. Contoh: kerja keras seorang guru yang setiap hari mengajar kemudian mengisi waktu luang sepulang mengajar dengan mengelola warung sembako dan warnet disamping rumahnya.

5.
 kerja tuntAS, kerja yang tidak setengah-setengah dan mampu mengorganisir usaha dari awal sampai akhir untuk dapat menghasilkan usahanya secara maksimal. Contoh: Seorang pebisnis online dapat mengorganisir usahanya dengan baik mulai dari membuat atau menyediakan produk yang dijual, menetapkan harga, membuat strategi promosi, mendistribusikan produk pesanan, kemungkinan kerugian sampai mendapatkan hasil yang memuaskan berupa laba.

“Harta terbesar untuk mempertahankan kemampuan wirausaha yaitu adanya sikap positif di dalam usaha”